Kategori
Cerita Kehidupan

Salahku dan Sifatku

Doc Pribadi. Pacitan, Jawa Timur.

Aku sadari ternyata meninggalkanmu justru seolah membunuh perasaanku sendiri, kini harus kuubah sikapku demi cintaku dan agar tidak ada lagi yang kusakiti orang yang tulus mencintaiku.

Aku belajar lebih keras memahami perasaan-perasaan ini. Kenapa aku berbuat setega itu?

Mungkin ini terlambat, itu yang membuatku menyesal begitu dalam. Aku belajar, aku terlalu lambat. Satu yang pasti, tetaplah yakin pada diriku ini walau bagaimana baik buruknya aku.

Biarlah.. Jika kemungkinan kau tidak menerimaku, karena aku pun sadar tidak pantas meminta kembali cinta yang telah kuputuskan untuk pergi. Ego selalu menyesatkan pikiranku, kedepannya aku harus lebih dewasa lagi.

Kau yang begitu berarti, setidaknya kita pernah bersama-sama merasakan cinta di usia muda ini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, apakah cerita ini bisa berakhir indah? Atau memang sampai di sini saja…

Tulisan ini mungkin percuma, tidak mengubah keadaan. Namun, setidaknya jika ada orang lain yang membaca tulisanku mereka bisa lebih menghargai dan bijak dalam mencintai pasangannya. Setidaknya kisahku bisa berguna bagi orang lain.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai